LDR
adalah singkatan dari Long Distance Relationship alias hubungan jarak
jauh. Setelah aku telusuri ternyata kebanyakan para remaja nggak mau
menjalani hubungan seperti ini. Ada bermacam-macam alasan dilontarkan,
“Ya, kalau dia setia. Ntar selingkuh lagi”
“LDR…bikin boros, berat diongkos..he..he”
“Bikin kesal apalagi kalau ngelihat teman ke mana-mana ada yang nemenin”
“Malam minggu jadi kelabu, weekend jadi ngebosenin..ho..ho”
Dan masih banyak berbagai alasan lainnya.
Memang semua itu bisa dimaklumi karena tiap orangkan punya cara pandang yang berbeda-beda.
Namun, sebenarnya LDR itu menyimpan banyak juga hal positif lho. Dengan kata lain ada juga sisi baiknya.
Jarang
ketemu memang iya sih, tapi bukankah kalau terlalu sering berduaan akan
banyak godaan. Selain itu, bisa juga timbul rasa jenuh. Belum lagi
bingung gara-gara kehabisan bahan obrolan..he..he.
Nah,
yang gak baik kalau gak bisa ngatur waktu. Karena begitu asyik dengan
kebersamaan, ada hal-hal lain yang terabaikan. Waktu hang out bareng
teman jadi berkurang. Ada juga nih tugas –tugas yang tertunda untuk
dikerjakan. Habisnya doi kalau kita nolak tuk jalan atau ketemuan, ntar
dia ngambek. Jadi berantem, bikin pusing tujuh keliling..ho..ho.
LDR
memang penuh tantangan, tapi dari sini kita bisa memahami seberapa
besar arti kesetiaan dan kepercayaan. Yang tak kalah penting adalah
menjaga suatu komitmen yang telah disepakati bersama. Bagi yang belum
menikah, kalau memang jodoh pasti takkan lari kemana. Percaya
deh..he..he.
Kalau
dipikir-pikir ada juga kan hal baiknya LDR itu. Akan tetapi, tiap orang
berhak menentukan pilihannya masing-masing. Semua itu juga kembali ke
pribadi masing-masing. Intinya adalah ntah itu dekat atau jauh, semoga
hubungan yang kita jalin dapat memotivasi kita ke arah kebaikan.

0 komentar:
Posting Komentar