“Ketika mencintai apakah itu berarti aku harus merelakan dia bersama orang yang dia cintai?”
“Aku juga sayang sama kamu. Tapi aku sudah lebih dulu bersamanya. Aku ga bisa meninggalkan dia begitu saja.”
Masih teringat dengan
baik ucapanmu padaku saat itu. Seketika itu tubuhku membeku, aku tak
mampu untuk bergerak. Perasaanku bercampur aduk, aku senang karena
ternyata kau juga menyayangiku, tapi kenapa kau tak bisa
meninggalkannya? Jika cinta adalah pilihan, kenapa hatimu yang telah mengasihiku tidak bisa membuatmu memilih aku?
Kau akhirnya berlalu,
melangkah pergi dari hidupku. Lagu Atsrid, “Jadikan Aku yang Kedua”
terngiang-ngiang ditelingaku. Apa aku benar-benar ingin menjadi yang
kedua?
Tak butuh lama kau datang kembali mengetuk hatiku, tapi aku tak bisa lagi untuk jatuh ke jurang yang sama.
“Kembalilah padanya. Dialah pilihanmu sebenarnya dan aku hanya orang yang ingin kau miliki tapi tak ingin kau beri ikatan.”
“Tapi aku membutuhkanmu, aku kesepian.”
“Kau tau aku sangat
mencintaimu. Tapi aku tak ingin memanfaatkan keadaan ini untuk
mendapatkanmu. Kau cuma perlu memilih aku atau dia, aku ga ingin jadi
yang kedua”
Maafkan aku, aku
bukanlah selingan untukmu. Aku bukan wanita murahan untuk memuaskan
rasa sepimu. Pertengkaran kalian membuatmu melangkah ke arahku. Tapi
apa artinya itu? Aku tak rela merusak kesempurnaanmu dimataku. Walau
aku tahu dengan mudahnya aku bisa memanfaatkan keadaan ini dan
mengikatmu, tapi apa gunanya. Walau sungguh, aku ingin mengatasi
kesepianmu, membelai dan menenangkanmu. Ini caraku mencintaimu,
kukembalikan kau padanya pada saat kau menawarkan dirimu untukku.
Terima kasih untuk perasaan cinta yang telah tumbuh karenamu. Karena
kau tak memilihku dulu, maka kinipun kau tak berhak membiarkan aku yang
menentukan dan memilihmu.
“Sayang, dia itu siapa?”
“Dia hanya bagian masa laluku.”
“Dia mantan pacarmu?”
Sekejap ku pandangi
wajah pangeran dihidupku kini. Dia yang mengisi kekosongan hatiku dan
melimpahi aku dengan cinta. Wajahnya berkerut menunjukkan sakit hatinya
menemukan pria masa laluku.
“Dia bukan mantan pacar, Cuma seseorang yang pernah hadir dalam hidupku. Sedangkan kau, pria masa kini dan masa depanku.”
“Terimakasih sayang.”
Pelukan hangatnya
membuat hatiku begitu tenteram. Aku yakin pilihanku tepat. Tak perlu
hubungan yang tanpa pertengkaran antara aku dan dia. Cukup seperti ini,
keyakinanku karena cinta tulus yang dia berikan untukku. Lebih baik
dicintai daripada mencintai. Aku akan belajar mencintai dia yang
mencintaiku dengan sepenuh hatinya. Dengan waktu dan kebersamaan cinta
akan tumbuh lebih subur dan indah.

0 komentar:
Posting Komentar