Katakanlah sejujurnya walau itu pahit. Itulah yang saya lakukan atas
perbuatanku pada seseorang yang sangat ku hormati dan menjadi panutanku,
namanya Pak Taluddin, beliau bukan hanya sebatas teman tapi beliau
sudah seperti saudara bagiku terlebih beliau adalah orang yang ku
tuakan, beliau ku panggil ABI, itu bukanlah hanya panggilan yang berarti
Bapak dalam bahasa arab, saya memanggilnya demikian disamping beliau
mempunyai seorang anak lelaki yang bernama versi arab Dzar Al Ghifari
namanya. Beliau sebenarnya biasa dipanggil PADIT panggilan singkatan
dari Bapak Dita, diambil dari nama anak perempuan tertuanya. Hampir
semua orang memanggilnya demikian akan tetapi saya tidak, saya
memanggilnya dengan versi yang berbeda, panggilan ABI selain bermakna
Bapak, saya mempunyai arti sendiri yaitu Allah Berkati Ia, karena saya
ingin memanggilnya dengan hembusan doa kebaikan, yang pada akhirnya akan
memberikan kebaikan kepadanya dan tentu padaku juga, karena mendoakan
sesama yang seakidah dalam kebaikan.
Abi adalah seorang yang menjadi panutanku dalam mempelajari makna
kehidupan, dari dirinya saya memperoleh pengetahuan baik diajar secara
langsung maupun tidak yaitu saya mempelajarinya dari perilaku beliau
yang saya lihat secara langsung. pokoknya banyak sekali yang kuperoleh.
Kemudian saya ingin mengenalnya lebih jauh, dengan cara saya mengsms
beliau dengan nomor yang tidak dikenal, saya memakai identitas sebagai
wanita kesepian, dalam sms saya memakai nama Shinta, maksud tujuan saya
adalah ingin melihat secara langsung apakah ABI seorang laki-laki yang
mudah tergoda oleh seorang wanita, biasanya seorang lelaki akan
terpancing apabila mendapat sms demikian, pasti akan berkata bohong
dengan menyembunyikan identitasnya sudah menikah punya anak dan
sebagainya, pasti pada bilang masih bujang, tetapi berbeda halnya dengan
ABI, dia begitu jujur, beliau membalas SMS saya dengan tidak ada yang
ditutupi termasuk identitasnya berikut petikan smsnya “Saya sudah
berkeluarga dan punya 3 orang anak”
Saya sangat salut dengan beliau begitu jujur, ini adalah pelajaran
paling berharga dan ini jadi contoh buat saya apabila kelak menikah
nanti harus senatiasa jujur apa adanya dan tidak berbohong tentang
sesuatu, apalagi sampai menyembunyikan identitas pribadi.
Tapi saya tidak kehabisan langkah, saya meng-SMS-nya dengan sms yang
paling menggoda hingga mengajaknya untuk tidur dan Making Love dengan
harapan mungkin dia tergoda dengan hal itu, tapi ternyata ABI tidak
sedikitpun tergoda justru dia mengsms balik “Jangan Hubungi Saya Lagi”,
berarti dia tidak tergoda dan merasa muak dengan hal-hal yang demikian,
ABI merupakan seorang suami yang soleh rajin beribadah dan bertanggung
jawab, ABI juga suami setia yang memegang teguh sumpah suci pernikahan
dan tidak ada dusta antara suami dan istri, wah ini betul-betul saya
angkat jempol, memang tidak salah Allah SWT mengirimkan saya kepada
beliau agar saya banyak belajar akan makna kehidupan, Peristiwa sms ini
sampai-sampai membuat sang istri gerah dan cemburu, tapi ABi berhasil
meyakinkan bahwa ini adalah sms dari orang yang tidak mempunyai kerjaan,
dan akhirnya sang istri memahami akan hal ini.
Setelah peristiwa itu saya kemudian membalas smsnya dengan ucapan
permintaan maaf yang sebesar-besarnya ternyata saya sudah salah menilai
ABI, maka dari sms itu pula saya bilang bahwa saya tidak akan
menghubungi beliau dan berjanji akan bertobat serta meminta maaf yang
sebesar-besarnya, ABI membelasnya “OK” beliau menerima permintaan
maafku. Kartu SIM yang kugunakan tersebut sudah ku musnahkan.
Singkat cerita saya kemudian membongkar semua itu dengan berkata
sejujur-jujurnya bahwa saya yang telah mengerjainya dalam sms tersebut,
ABI diam seribu bahasa seakan tidak percaya mengapa saya tega melakukan
semua itu, ABI berkata sampai hatimu kamu berbuat itu, saya sudah
maafkan kamu, jangan kamu berbuat ini pada orang lain, saya sangat malu
dan sangat menyesal akan semua perbuatanku, dari peristiwa itu hubungan
saya dengan beliau kini renggang, sepertinya beliau belum siap menerima
saya kembali atas perbuatanku, saya menyesal sekali, padahal saya masih
membutuhkan beliau karena masih banyak yang harus kupelajari dari
beliau, kalau sudah begini saya harus bagaimana lagi, yang ada hanya
penyesalan dan merasa tidak bisa memaafkan diri ini. Kadang saya
berpikir mengapa saya harus mengatakan ini semua, tapi mungkin lebih
baik jujur daripada menyimpan bangkai dalam hati, hidup terasa tidak
tentram karena diliputi rasa berdosa, tapi dengan kata jujur ini, maka
saya mendapat banyak makna, semua ada hikmahnya, sekarang bagaimanakah
apakah ABI mau menerima saya kembali ?? hanya doa yang terus dipanjatkan
agar Allah SWT mengabulkan doaku dan Abi bisa menerima saya lagi,
Apakah ada penyelesalan berkata jujur…ternyata ada makna dari sebuah
kejujuran……….
Blogroll
About
Kamis, 08 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar