Kamis, 08 Maret 2012

arti sebuah kejujuran

Diposting oleh Tiara Febdina di 19.48
Katakanlah sejujurnya walau itu pahit. Itulah yang saya lakukan atas perbuatanku pada seseorang yang sangat ku hormati dan menjadi panutanku, namanya Pak Taluddin, beliau bukan hanya sebatas teman tapi beliau sudah seperti saudara bagiku terlebih beliau adalah orang yang ku tuakan, beliau ku panggil ABI, itu bukanlah hanya panggilan yang berarti Bapak dalam bahasa arab, saya memanggilnya demikian disamping beliau mempunyai seorang anak lelaki yang bernama versi arab Dzar Al Ghifari namanya. Beliau sebenarnya biasa dipanggil PADIT panggilan singkatan dari Bapak Dita, diambil dari nama anak perempuan tertuanya. Hampir semua orang memanggilnya demikian akan tetapi saya tidak, saya memanggilnya dengan versi yang berbeda, panggilan ABI selain bermakna Bapak, saya mempunyai arti sendiri yaitu Allah Berkati Ia, karena saya ingin memanggilnya dengan hembusan doa kebaikan, yang pada akhirnya akan memberikan kebaikan kepadanya dan tentu padaku juga, karena mendoakan sesama yang seakidah dalam kebaikan.
Abi adalah seorang yang menjadi panutanku dalam mempelajari makna kehidupan, dari dirinya saya memperoleh pengetahuan baik diajar secara langsung maupun tidak yaitu saya mempelajarinya dari perilaku beliau yang saya lihat secara langsung. pokoknya banyak sekali yang kuperoleh.
Kemudian saya ingin mengenalnya lebih jauh, dengan cara saya mengsms beliau dengan nomor yang tidak dikenal, saya memakai identitas sebagai wanita kesepian, dalam sms saya memakai nama Shinta, maksud tujuan saya adalah ingin melihat secara langsung apakah ABI seorang laki-laki yang mudah tergoda oleh seorang wanita, biasanya seorang lelaki akan terpancing apabila mendapat sms demikian, pasti akan berkata bohong dengan menyembunyikan identitasnya sudah menikah punya anak dan sebagainya, pasti pada bilang masih bujang, tetapi berbeda halnya dengan ABI, dia begitu jujur, beliau membalas SMS saya dengan tidak ada yang ditutupi termasuk identitasnya berikut petikan smsnya “Saya sudah berkeluarga dan punya 3 orang anak”
Saya sangat salut dengan beliau begitu jujur, ini adalah pelajaran paling berharga dan ini jadi contoh buat saya apabila kelak menikah nanti harus senatiasa jujur apa adanya dan tidak berbohong tentang sesuatu, apalagi sampai menyembunyikan identitas pribadi.
Tapi saya tidak kehabisan langkah, saya meng-SMS-nya dengan sms yang paling menggoda hingga mengajaknya untuk tidur dan Making Love dengan harapan mungkin dia tergoda dengan hal itu, tapi ternyata ABI tidak sedikitpun tergoda justru dia mengsms balik “Jangan Hubungi Saya Lagi”, berarti dia tidak tergoda dan merasa muak dengan hal-hal yang demikian, ABI merupakan seorang suami yang soleh rajin beribadah dan bertanggung jawab, ABI juga suami setia yang memegang teguh sumpah suci pernikahan dan tidak ada dusta antara suami dan istri, wah ini betul-betul saya angkat jempol, memang tidak salah Allah SWT mengirimkan saya kepada beliau agar saya banyak belajar akan makna kehidupan, Peristiwa sms ini sampai-sampai membuat sang istri gerah dan cemburu, tapi ABi berhasil meyakinkan bahwa ini adalah sms dari orang yang tidak mempunyai kerjaan, dan akhirnya sang istri memahami akan hal ini.
Setelah peristiwa itu saya kemudian membalas smsnya dengan ucapan permintaan maaf yang sebesar-besarnya ternyata saya sudah salah menilai ABI, maka dari sms itu pula saya bilang bahwa saya tidak akan menghubungi beliau dan berjanji akan bertobat serta meminta maaf yang sebesar-besarnya, ABI membelasnya “OK” beliau menerima permintaan maafku. Kartu SIM yang kugunakan tersebut sudah ku musnahkan.
Singkat cerita saya kemudian membongkar semua itu dengan berkata sejujur-jujurnya bahwa saya yang telah mengerjainya dalam sms tersebut, ABI diam seribu bahasa seakan tidak percaya mengapa saya tega melakukan semua itu, ABI berkata sampai hatimu kamu berbuat itu, saya sudah maafkan kamu, jangan kamu berbuat ini pada orang lain, saya sangat malu dan sangat menyesal akan semua perbuatanku, dari peristiwa itu hubungan saya dengan beliau kini renggang, sepertinya beliau belum siap menerima saya kembali atas perbuatanku, saya menyesal sekali, padahal saya masih membutuhkan beliau karena masih banyak yang harus kupelajari dari beliau, kalau sudah begini saya harus bagaimana lagi, yang ada hanya penyesalan dan merasa tidak bisa memaafkan diri ini. Kadang saya berpikir mengapa saya harus mengatakan ini semua, tapi mungkin lebih baik jujur daripada menyimpan bangkai dalam hati, hidup terasa tidak tentram karena diliputi rasa berdosa, tapi dengan kata jujur ini, maka saya mendapat banyak makna, semua ada hikmahnya, sekarang bagaimanakah apakah ABI mau menerima saya kembali ?? hanya doa yang terus dipanjatkan agar Allah SWT mengabulkan doaku dan Abi bisa menerima saya lagi, Apakah ada penyelesalan berkata jujur…ternyata ada makna dari sebuah kejujuran……….

0 komentar:

Posting Komentar

 

WELCOME TO MY KINGDOM Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea